TEKNOLOGI
TEPAT GUNA
ABDIMAS
12
DESA
TLANGOH, KECAMATAN TANJUNG BUMI, KABUPATEN BANGKALAN
Bangkalan, Sabtu, 28
Desember 2019. Mahasiswa abdi masyarakat (ABDIMAS) Universitas Trunojoyo Madura
(UTM) yang bertempat di desa Tlagoh, Kecamatan Tanjung Bumi, Kabupaten
Bangkalan mengadakan kegiatan sosialisasi alat teknologi tepat guna (TTG) di
rumah ibu kepala desa dan diikuti oleh 26 warga Tlangoh. Kegiatan ini diadakan
guna membantu warga desa Tlangoh agar lebih jeli
TTG yang dibuat disebut
dengan APPEL. APPEL singkatan dari Alat Pengukur Penghantar Listrik. Alat ini
terbuat dari gabungan cok jantan, pitingan, lampu 100 W, pipa T, ¼ dim, paku,
sandal, lem, isolasi listrik dan kayu. Alat ini memiliki beberapa fungsi, yakni
untuk mengetahui air yang layak dikonsumsi, kesuburan tanah, untuk mengetahui
pupuk kandang yang baik, dan guna mengetahui keaslian pupuk kimia.
Masyarakat antusias dan
tertarik dengan alat tersebut. Ummi Hawa, salah satu warga desa Tlangoh
berpendapat bahwa APPEL sangat membantu petani dan membantu warga untuk
mengetahui air yang layak dikonsumsi. Warga setuju dengan pendapat ibu Hawa,
sehingga warga meminta untuk dibuatkan beberapa alat tersebut, sebagai
kenang-kenangan ujarnya. Awalnya kebanyakan warga takut dengan alat ini, namun
ada salah satu warga yang memberanikan dirinya sambil meyakinkan dirinya bahwa
alat ini aman.
Menurut Mukhamad Suhartono
sebagai Penanggung Jawab Teknologi Tepat Guna APPEL, fungsi alat ini bisa
membantu memajukan pertanian di desa Tlangoh. Selain pertanian, alat ini juga
bermanfaat bagi kesehatan warga desa Tlangoh, karena alat ini dapat mendeteksi air
yang mengandung logam atau tidak.
Pembuatan alat ini sangat
mudah, mudah dibuat dan mudah untuk mencari bahan pembuatannya. Cara membuatnya
adalah sebagai berikut:
1.
Ukur kayu yang digunakan untuk pegangan
kemudian satukan dengan Pipa T.
2.
Selipkan kabel ke lubang yang ditempati
pegangan
3.
Pisah kabel manjadi dua bagian
4.
Kabel pertama sambungkan ke lampu yang
disatukan dengan pitingan dan taruh dibagian atas.
5.
Kabel kedua bagi menjadi 2 sambungkan
kabel yang menghubungkan ke paku pertama dan dari paku ke dua ke lampu beri
6.
Potong sandal sesuai ukuran lubang pipa.
7.
Tusukan paku yang sudah dililit kabel ke
sandal berikan jarak antara paku.
8.
Isolasi bagian atas pauyang menancap pada
paku dengan isolasi listrik
9.
Satukan kabel dengan pegangan kayu
kemudian beri lakban untuk pengaman
1 Untuk ujung kabel hubungkan dengan cok jantan
dan pastikan semua tersusun dengan baik.
Penanggung jawab dari
sosialisasi ini berharap warga desa Tlangoh dapat lebih cerdas memilih pupuk
atau tanah yang subur untuk bercocok tanam dan dapat memilah air yang layak
dikonsumsi demi kesehatan bersama.




Kudrotul Hidayah
0 komentar:
Post a Comment