Tongkol merupakan jenis ikan laut yang memiliki nama latin Euthynnus affinis. Tongkol adalah ikan laut yang paling sering dijumpai di perairan Indonesia. Bahkan ada beberapa belahan Indonesaia yang menjadikan ikan Tongkol sebagai pencaharian salah satunya di desa Tlangoh, Kec. Tanjung Bumi, Kab. Bangkalan.
Dari situlah, mahasiswa KKN Tematik
12 UTM mengadakan pelatihan pembuatan produk unggulan kepada masyarakat
Tlangoh, yaitu pembuatan kerupuk dari ikan tongkol. Kegiatan tersebut dilaksanakan di rumah Hawaidah selaku ibu kepala desa Tlangoh, Sabtu (28/12/2019).
Kegiatan
ini dihadiri oleh 16 ibu-ibu dan 9 adik-adik warga desa
Tlangoh dan 12 anggota KKN 12 UTM. Pelatihan ini berlangsung dengan lancar selama 1 jam
penuh, dimulai dari pukul 15.30-14.30 WIB. Warga
desa Tlangoh sangat antusias dengan pelatihan ini, mulai
dari proses pembuatan, pengemasan, pelabelan hingga cara pemasarannya.
Menurut Imam Syafii selaku koordinator KKN 12 UTM, ia
memilih Tongkol sebagai bahan dasar kerupuk karena mudahnya menemukan ikan
Tongkol di desa Tlangoh, selain itu warganya hanya mengetahui satu jenis olahan
makanan dari Tongkol, yakni soto Tongkol.
“Bahan-bahan untuk membuat kerupuk dengan bahan dasar
Tongkol sangat mudah ditemui dan biaya yang diperlukan sangat terjangkau.
Alat-alatnya pun sudah sering kita jumpai di dapur.” ujar Imam.
Cara membuat kerupuk Tongkol sangatlah mudah. Cukup
menyiapkan bahan-bahannya seperti, satu ikan Tongkol dengan ukuran
sedang, tepung
tapioka/kanji 1kg, bawang
putih 6/7 siung, garam
secukupnya, dan penyedap
rasa secukupnya.
Selanjutnya, kupas dan haluskan bawang
putih, bersama garam, dan penyedap rasa hingga halus.
Selanjutnya
haluskan ikan tongkol yang sudah dikukus dan sudah bersih dari duri bersama dengan bumbu.
Kemudian, campurkan bumbu dan ikan yang telah halus
dengan air, panaskan hingga mendidih. Setelah mendidih, campurkan dengan tepung
kanji. Aduk hingga rata dan bentuk adonan menjadi gumpalan memanjang lalu kukus
selama kurang lebih 30 menit. Lapisi dandang dengan daun pisang
supaya hasil dari kukusan memiliki aroma yang khas.
Terakhir, angkat dan dinginkan adonan sudah
dikukus selama sehari semalam
hingga mengeras. Jika
adonan sudah mengeras, iris tipis-tipis menyerupai kerupuk. Jemur hingga mengering. Kerupuk siap digoreng dan dinikmati.
Menurut Lilik Hartatik, selaku warga desa Tlangoh, pelatihan ini sangat
bermanfaat dan bisa menambah variasi adonan ikan Tongkol, selain itu juga bisa
membantu memajukan ekonomi warga desa Tlangoh.
"Enak
kerupuknya, bisa nih dicoba, ini
bisa
diteruskan, ayo saingan," ujar Lilik Hartatik.
Imam
Syafii berharap masyarakat desa Tlangoh
dapat mempraktikkan kegiatan ini karena olahan kerupuk Tongkol tentunya bernilai jual
tinggi dan dapat menambah ekonomi
kreatif masyarakat desa Tlangoh.







Kudrotul Hidayah
0 komentar:
Post a Comment